Jumat, 07 Maret 2008

Raflesia Merah Putih,

JAKARTA – Bentuk raflesia merah putih (rafflesia hasseltii) tak berbeda dengan rafflesia arnoldii, tapi jangan tanya penampilannya. Ia memiliki bintik-bintik berwarna putih menyerupai kudis. Bagi sebagian orang, ornamen ini tampak indah, tapi bagi yang lain, tampilan ini agak mengganggu.
Tumbuhan holoparasit yang persebarannya sangat terbatas ini juga populer dengan nama cendawan muka rimau atau tindawan miring. Seperti rafflesia arnoldii, kekhasan tumbuhan ini adalah bunga yang berukuran raksasa. Pada waktu mekar, diameter bunga bisa mencapai 30-35 cm, cuping perigone 11-13 cm dan lebar 15-17 cm. Warnanya merah kecoklatan dengan lempeng warna putih yang relatif besar dan tidak beraturan. Warna inilah yang membuatnya mendapat julukan raflesia merah putih.
Saat masih kuncup, ukurannya pun tak kalah besar dan bervariasi dalam tingkat kematangannya. Kuncup yang tua berdiameter 9-12 cm dan tinggi 7-10 cm. Menurut data Balai Penelitian Botani, Pusat Penelitian dan Pengambangan Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), masyarakat Talangmamak di daerah Datai, Sebereida kerap memanfaatkan kuncup bunga ini sebagai obat, tapi tak jelas untuk jenis penyakit apa.
Keberadaan raflesia merah putih mulai genting karena habitat inangnya sering terganggu. Sementara persebaran alami melalui biji selama ini dilakukan oleh binatang seperti tupai, babi hutan atau tikus tanah.
Tanaman ini tumbuh pada batang tumbuhan yang menjalar di atas tanah. Biasanya di lantai hutan primer yang lembab atau di tepi sungai pada ketinggian 200-300 meter di atas permukaan laut.
Karena populasi yang semakin menyusut, raflesia merah putih mendapat perlindungan secara hukum dari negara melalui PP No. 7 tanggal 27 Januari 1999. Jika Anda berniat menikmati keelokan bunga ini, silakan datang ke Taman Nasional Bukit Tigapuluh Jambi dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Tapi, tentu saja, Anda mesti mengetahui informasi waktu mekar bunga karena ia hanya mekar tiga tahun sekali, itu pun dalam tempo 3-4 hari. (san)

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0209/18/ipt07.html

Tidak ada komentar:

 

Template Design By:
SkinCorner/laudean